Mungkin ada suatu masa ketika kita merasa hidup ini terlalu
membosankan, berada pada titik stagnan,
merasa tidak berguna, merasa tidak dipedulikan, merasa hidup ini tidak
adil, merasa tidak punya kesempatan, merasa terkalahkan, merasa menjadi
pecundang dan beragam perasaan-perasaan yang mampu membuat air mata berlinang.
Tapi ada satu fakta yang mungkin bisa membuat kita sedikit membuka mata. Fakta yang menyatakan bahwa kita semua terlahir sebagai seorang
pemenang. Ya.. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini adalah seorang
pemenang. Tahu tidak? Kita adalah satu-satunya yang terpilih diantara tiga ratus
juta lainnya, TIGA RATUS JUTA LOH, tiga ratus juta itu lebih dari jumlah penduduk Indonesia yang ada pada saat ini, yang kemudian disaring lagi
menjadi lima puluh sampai lima belas besar dan tau-tau kita menjadi
pemenangnya. Bukan pemenang sebagai penyanyi keren yang mengalahkan banyak kontestan X-Factor atau Indonesian Idol, tetapi mengalahkan calon-calon
manusia yang –kalau beruntung- maka benar-benar menjadi makhluk real bernama
manusia.
Sejak awal, sebelum dilahirkan dari rahim Ibu kita, bahkan sebelum terbentuknya janin, dari tiga ratus juta sel sperma, Allah hanya menakdirkan lima puluh hingga lima belas benih manusia yang berhasil masuk kedalam tabung fallovi. Kemudian, dari sejumlah itu hanya satu sel saja yang dapat membuahi sel telur wanita. Dan dengan proses-proses selanjutnya jadilah seorang manusia dengan segala keistimewaannya.
Sejak awal, sebelum dilahirkan dari rahim Ibu kita, bahkan sebelum terbentuknya janin, dari tiga ratus juta sel sperma, Allah hanya menakdirkan lima puluh hingga lima belas benih manusia yang berhasil masuk kedalam tabung fallovi. Kemudian, dari sejumlah itu hanya satu sel saja yang dapat membuahi sel telur wanita. Dan dengan proses-proses selanjutnya jadilah seorang manusia dengan segala keistimewaannya.
Tidakkah kita pernah berfikir betapa beruntungnya kita
terlahir ke dunia ini? Betapa Allah maha baik? Kita diberi kesempatan untuk
menghirup oksigen secara gratis, kita diberi kesempatan untuk melakukan banyak
hal, kita diberi kesempatan menatap matahari terbit ketika fajar menyingsing,
menatap indahnya rembulan dan langit berbintang di malam hari, memandang langit
biru tak bertiang, merasakan aroma hujan yang menerpa jalanan, merasakan angin
berhembus menerpa wajah, dan hal-hal menyenangkan lainnya.
Tidakkah kita pernah berfikir betapa beruntungnya kita?





















0 komentar:
Posting Komentar