“Increased
productivity is available to us all—and surprisingly, it may come in the form
of doing only one thing at a time. ”
Lagi
iseng-iseng browsing, saya menemukan artikel bagus dari greatist.com klik disini Judulnya:
Why
Multitasking is a Waste and How to Truly Be More Productive. Di jaman sekarang
ini, smartphone, tablet, atau portable
laptop sudah jadi sahabat sejati hampir kebanyakan manusia yang hidup di
belahan bumi manapun. Saya yakin ada banyak orang yang lebih memilih kembali
pulang ke rumah kalau ‘sahabat sejati’nya itu tau-tau tidak ada di dalam tas,
karena merasa benda itu terlalu berharga untuk ketinggalan di rumah. Oke oke saya tahu, betapa pentingnya benda tersebut dalam kehidupan kita.
Tapi teman-teman, bagaimana perasaan anda saat kita
sedang asyik berbincang dengan seorang teman, tetapi teman anda tersebut malah
sibuk senyam-senyum sendiri dengan smartphone-nya atau bagaimana perasaan seorang
guru yang sedang menerangkan pelajaran namun anak muridnya lebih suka mantengin
facebook atau twitter dibandingkan papan tulis. Sakitnya tuh disini!
Sementara dari sisi si pengguna gadget yang suka
melakukan hal tersebut maka ketahuilah, multitasking membuat kita sulit
konsentrasi pada suatu pekerjaan, multitasking berarti melakukan banyak hal
dalam satu waktu. Multitasking with a phone (or iPad, tablet, etc.) sudah
sangat lazim terjadi dan sebuah study menyebutnya “epidemic of distraction”. Contrary
to popular thought, addiction to mobile electronic devices may
actually impair multitasking,
lower performance, and result in cognitive overload. Jadi bukan hal baik
mengecek facebook ketika sedang di kelas atau ketika
sedang ngumpul bareng temen, semua itu membuat kita sulit fokus dan konsentrasi, mengalihkan suatu hal
ke hal lain tentu saja membuat otak kita jadi overwhelmed. Saat itulah benda-benda penting tersebut bisa menjadi sangat mengganggu.