Saya atau juga kalian mungkin pernah menyakiti hati
seseorang tanpa pernah menyadarinya. Tanpa sadar kita berbicara tanpa melakukan
penyaringan kata-kata terlebih dulu, tanpa memikirkan apakah kata-kata yang
keluar dari mulut kita itu layak diucapkan atau tidak, apakah melanggar
batasan-batasan atau tidak, apakah akan menyakiti hati orang yang
mendengarnya atau tidak.
Seseorang dengan sense of humour yang bagus tentu saja akan
disukai banyak orang, buktinya tinggi sekali rating acara-acara lawak
ditelevisi. Sayapun demikian, menyukai orang-orang humoris. Mereka membuat
suasana hati jadi riang kalau mood dalam keadaan tidak stabil, ibarat terjadinya hyper-inflasi yang akan membuat perekonomian nasional terancam
ambruk.
Tidak semua orang bisa menerima kata-kata candaan yang kita
anggap biasa saja, karena tidak semua orang
memiliki hati yang sabar kemudian berkata aku ora popo. Tidak semua acara-acara
lawak di televisi yang ratingnya tinggi dan ditayangkan setiap hari layak
ditiru. Ketika menghina dan mengejek merupakan bagian dari serangkaian guyonan-guyonan
yang mampu membuat penonton terbahak-bahak. Dan kita asyik sekali ikut
ketawa-ketiwi tanpa pernah tahu kalau mungkin saja kita sedang melakukan
dosa-dosa kecil yang lama kelamaan membesar sehingga jadi dosa besar.
Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan suara yang membentuk kalimat-kalimat untuk terdengar ditelinga orang lain. karena...
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf [50]:18)
Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan suara yang membentuk kalimat-kalimat untuk terdengar ditelinga orang lain. karena...
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf [50]:18)





















0 komentar:
Posting Komentar