Rabu, 07 Mei 2014

The One Thing We Need to Realize

Saya atau juga kalian mungkin pernah menyakiti hati seseorang tanpa pernah menyadarinya. Tanpa sadar kita berbicara tanpa melakukan penyaringan kata-kata terlebih dulu, tanpa memikirkan apakah kata-kata yang keluar dari mulut kita itu layak diucapkan atau tidak, apakah melanggar batasan-batasan atau tidak, apakah akan menyakiti hati orang yang mendengarnya atau tidak.

Seseorang dengan sense of humour yang bagus tentu saja akan disukai banyak orang, buktinya tinggi sekali rating acara-acara lawak ditelevisi. Sayapun demikian, menyukai orang-orang humoris. Mereka membuat suasana hati jadi riang kalau mood dalam keadaan tidak stabil, ibarat terjadinya hyper-inflasi yang akan membuat perekonomian nasional terancam ambruk.

Tidak semua orang bisa menerima kata-kata candaan yang kita anggap biasa saja,  karena tidak semua orang memiliki hati yang sabar kemudian berkata aku ora popo. Tidak semua acara-acara lawak di televisi yang ratingnya tinggi dan ditayangkan setiap hari layak ditiru. Ketika menghina dan mengejek merupakan bagian dari serangkaian guyonan-guyonan yang mampu membuat penonton terbahak-bahak. Dan kita asyik sekali ikut ketawa-ketiwi tanpa pernah tahu kalau mungkin saja kita sedang melakukan dosa-dosa kecil yang lama kelamaan membesar sehingga jadi dosa besar. 

Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan suara yang membentuk kalimat-kalimat untuk terdengar ditelinga orang lain. karena...

"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf [50]:18)

0 komentar:

Posting Komentar