Beberapa hari yang lalu saya ngubek-ngubek rak buku di rumah,
berharap menemukan buku bagus yang enak dibaca mengingat list buku di goodreads
tidak bertambah dua bulan terakhir. (T___T). Hingga pada akhirnya mata saya
tertuju pada sebuah buku yang kalau dilihat secara fisik sama sekali nggak
menarik. Kertasnya udah burem, lecek, mengindikasikan kalau buku ini sudah ada
sejak jaman dahulu kala. Ternyata buku ini Papa saya beli tahun 1995. Udah lama
banget kaan! Judulnya: The Magic of Thinking Big, penulisnya David J. Schwartz.
Dan apalah arti tampilan fisik, kalau ternyata isinya sangat berguna bagi nusa
dan bangsa huahahaha.
Bangun Kepercayaan dan Hancurkan Ketakutan, poin Bab III
dalam buku tersebut. Tidak semua orang memiliki rasa percaya diri bukan?
Sayapun demikian. Kita kerap kali terjebak dalam ketakutan yang kita ciptakan
sendiri. Ketakutan yang bersifat psikologis seperti rasa khawatir, tegang,
malu, atau panik yang berakar dari imajinasi negatif. Well, David J. Schwartz
menyarankan untuk melakukan teknik-teknik kecil yang bisa kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari untuk membuat kita bisa menjadi lebih percaya diri, yaitu
sebagai berikut:
1. Duduklah selalu di barisan
depan.
Pernahkah anda memperhatikan bahwa kursi belakang selalu penuh lebih
dulu dibanding dengan kursi di bagian depan, entah itu di kelas ketika kuliah
berlangsung, di pertemuan seperti seminar,
pelatihan, atau di pertemuan lain? Kebanyakan orang bergorombol duduk di
barisan belakang sehingga membuat mereka menjadi “tidak terlalu mencolok”. Dan
alasan mereka tidak ingin terlihat mencolok karena kurangnya rasa percaya diri.
Duduk di barisan depan membangun rasa percaya diri.
Praktekkanlah. Mulai sekarang dan seterusnya jadikan kebiasaan untuk duduk di
barisan sedepan mungkin. Memang anda mungkin tampak sedikit lebih mencolok di
depan. Tapi ingat, tidak ada yang tidak mencolok sehubungan dengan kesuksesan.
2. Biasakan mengadakan
kontak mata.
Bagaimana orang menggunakan matanya untuk memberitahu kita
banyak hal tentang orang yang bersangkutan. Secara naluriah anda mengajukan
pertanyaan kepada diri sendiri mengenai orang yang tidak mau memandang ke mata
anda. “Apa yang ia coba sembunyikan? Apa yang ia takutkan? Apakah ia mencoba
membohongi saya? Apakah ia menyembunyikan sesuatu?”
Biasanya kelalaian mengadakan kontak mata mengatakan salah
satu dari dua hal. Orang gagal mungkin mengatakan, “Saya merasa lemah di depan
anda. Saya merasa inferior di hadapan anda. Saya takut kepada anda." Atau mengindari
pandangan orang lain mungkin mengatakan, “Saya merasa bersalah, saya telah
melakukan sesuatu atau saya memikirkan sesuatu yang tidak ingin anda tahu. Saya
takut jika saya membiarkan pandangan mata saya bertemu dengan pandangan anda,
anda akan mengetahui rahasia saya."
3. Berjalanlah 25%
lebih cepat.
Para psikolog mengaitkan postur yang ceroboh dan cara berjalan
yang lamban dengan sikap tidak menyenangkan terhadap diri sendiri, pekerjaan
dan orang-orang disekeliling kita. Namun, psikolog juga mengatakan bahwa kita dapat
benar-benar mengubah postur dengan mengubah sikap dan kecepatan bergerak.
Amati, dan anda akan melihat bahwa gerak tubuh adalah hasil dari tindakan
pikiran. Orang yang sangat tidak puas, orang yang benar-benar sengsara,
benar-benar berjalan terhuyung dan tersandung sepanjang jalan, mereka memiliki
kepercayaan diri nol besar.
Orang rata-rata berjalan dengan kecepatan rata-rata, langkah
rata-rata, mereka berpenampilan: saya tidak terlalu bangga akan diri saya
sendiri.
Kemudian ada kelompok ketiga. Orang-orang dalam kelompok ini
memperlihatkan kepercayaan diri yang super. Mereka berjalan lebih cepat dari
rata-rata orang kebanyakan. Terlihat seperti setengah berlari sewaktu berjalan.
Cara berjalan mereka mengatakan kepada dunia: saya harus pergi ke suatu tempat
yang penting dan ada hal penting yang harus saya kerjakan. Lebih dari itu, saya
akan berhasil!!
Gunakan teknik berjalan 25 persen lebih cepat untuk
membangun kepercayaan diri. Tegakkan bahu anda, angkat kepala, bergerak maju
sedikit lebih cepat dan rasakan kepercayaan diri anda berkembang. Coba dan
lihat hasilnya.
4. Berbicaralah terus
terang.
Orang yang malu berbicara dalam rapat akan berpikir dalam hati:
opini saya mungkin tampak bodoh. Saya tidak mau berkata apa-apa. Selain itu,
orang lain mungkin lebih tahu daripada saya. Saya tidak mau orang lain tahu
betapa bodohnya saya.
Tiap kali orang pemalu gagal bicara, ia merasa semakin tidak memadai, semakin inferior. Acap kali ia membuat janji palsu kepada diri sendiri (yang jauh dalam hatinya ia tahu tidak akan ia penuhi) untuk berbicara “lain kali”.
Ini sangat penting: tiap kali kita gagal bicara, kita
mengambil satu dosis lagi dari racun kepercayaan. Kita menjadi semakin kurang
percaya diri.
Namun pada sisi positif, semakin banyak anda berbicara,
semakin besar anda menambah kepercayaan diri anda, dan semakin mudah untuk
berbicara terus terang pada kesempatan berikutnya. Berbicaralah terus terang!
Ini adalah vitamin pembangun kepercayaan.
Manfaatkanlah pembangun kepercayaan ini. jadikanlah kaidah
untuk berbicara dengan berani pada tiap pertemuan terbuka yang anda ikuti.
Berbicaralah, katakan sesuatu secara sukarela pada tiap rapat bisnis, pertemuan
panitia, forum komunitas yang anda hadiri. Jangan buat pengecualian. Beri
komentar, buat saran, ajukan pertanyaan. Dan jangan jadi orang terakhir yang
berbicara. Cobalah menjadi pemecah kekakuan, orang pertama yang memberi
komentar.
Dan jangan pernah khawatir akan tampak bodoh. Anda tidak
akan tampak demikian. Untuk tiap orang yang tidak setuju dengan anda,
kemungkinannya ada satu orang yang setuju. Berhentilah bertanya pada diri
sendiri, “Apakah saya berani melakukannya?."
5. Tersenyum lebar.
Kebanyakan orang pernah mendengar pada suatu kesempatan bahwa senyuman akan memberi mereka dorongan yang sebenarnya. Mereka diberitahu bahwa senyuman adalah obat yang ampuh sekali untuk kekurangan kepercayaan diri. Namun, banyak sekali orang yang tidak percaya akan hal ini karena mereka tidak pernah mencoba tersenyum ketika mereka merasa takut.
Kebanyakan orang pernah mendengar pada suatu kesempatan bahwa senyuman akan memberi mereka dorongan yang sebenarnya. Mereka diberitahu bahwa senyuman adalah obat yang ampuh sekali untuk kekurangan kepercayaan diri. Namun, banyak sekali orang yang tidak percaya akan hal ini karena mereka tidak pernah mencoba tersenyum ketika mereka merasa takut.
Buat ujian kecil ini. Cobalah merasa kalah dan tersenyumlah
lebar-lebar pada saat yang sama. Anda tidak dapat melakukannya. Senyum yang
lebar memberi anda kepercayaan diri. Senyum yang lebar mengalahkan ketakutan,
menggulingkan kekhawatiran, menaklukan kemurungan.
Dan senyum yang sebenarnya mengerjakan lebih daripada
sekedar menyembuhkan perasaan anda yang tidak enak. Senyum meluruhkan
perlawanan dari orang lain –dan juga secara seketika. Orang lain tidak dapat
marah kepada anda jika anda memberinya senyuman lebar yang tulus.
Tersenyumlah lebar-lebar, maka andapun merasa “hari-hari
bahagia kembali lagi”. Tetapi benar-bernarlah tersenyum lebar. Bukan senyum
setengah-setengah tidak meyakinkan. Tersenyumlah hingga gigi anda terlihat. Senyuman
ukuran besar itu terjamin sepenuhnya.
Kita sudah sering mendengar, “Ya, tetapi ketika saya takut
akan sesuatu atau ketika saya marah, saya tidak ingin tersenyum.”
Tentu saja anda tidak ingin tersenyum. Tak seorangpun ingin
tersenyum. Kiatnya adalah memaksa diri mengatakan, “Saya akan tersenyum.”
Kemudian tersenyumlah.
Manfaatkan kekuatan dari senyuman.






















0 komentar:
Posting Komentar