Minggu, 06 Juli 2014

How to Feel Confident?


Beberapa hari yang lalu saya ngubek-ngubek rak buku di rumah, berharap menemukan buku bagus yang enak dibaca mengingat list buku di goodreads tidak bertambah dua bulan terakhir. (T___T). Hingga pada akhirnya mata saya tertuju pada sebuah buku yang kalau dilihat secara fisik sama sekali nggak menarik. Kertasnya udah burem, lecek, mengindikasikan kalau buku ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. Ternyata buku ini Papa saya beli tahun 1995. Udah lama banget kaan! Judulnya: The Magic of Thinking Big, penulisnya David J. Schwartz. Dan apalah arti tampilan fisik, kalau ternyata isinya sangat berguna bagi nusa dan bangsa huahahaha. 

Bangun Kepercayaan dan Hancurkan Ketakutan, poin Bab III dalam buku tersebut. Tidak semua orang memiliki rasa percaya diri bukan? Sayapun demikian. Kita kerap kali terjebak dalam ketakutan yang kita ciptakan sendiri. Ketakutan yang bersifat psikologis seperti rasa khawatir, tegang, malu, atau panik yang berakar dari imajinasi negatif. Well, David J. Schwartz menyarankan untuk melakukan teknik-teknik kecil yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membuat kita bisa menjadi lebih percaya diri, yaitu sebagai berikut:

1. Duduklah selalu di barisan depan

Pernahkah anda memperhatikan bahwa kursi belakang selalu penuh lebih dulu dibanding dengan kursi di bagian depan, entah itu di kelas ketika kuliah berlangsung, di  pertemuan seperti seminar, pelatihan, atau di pertemuan lain? Kebanyakan orang bergorombol duduk di barisan belakang sehingga membuat mereka menjadi “tidak terlalu mencolok”. Dan alasan mereka tidak ingin terlihat mencolok karena kurangnya rasa percaya diri.
Duduk di barisan depan membangun rasa percaya diri. Praktekkanlah. Mulai sekarang dan seterusnya jadikan kebiasaan untuk duduk di barisan sedepan mungkin. Memang anda mungkin tampak sedikit lebih mencolok di depan. Tapi ingat, tidak ada yang tidak mencolok sehubungan dengan kesuksesan.

2. Biasakan mengadakan kontak mata

Bagaimana orang menggunakan matanya untuk memberitahu kita banyak hal tentang orang yang bersangkutan. Secara naluriah anda mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri mengenai orang yang tidak mau memandang ke mata anda. “Apa yang ia coba sembunyikan? Apa yang ia takutkan? Apakah ia mencoba membohongi saya? Apakah ia menyembunyikan sesuatu?”

Biasanya kelalaian mengadakan kontak mata mengatakan salah satu dari dua hal. Orang gagal mungkin mengatakan, “Saya merasa lemah di depan anda. Saya merasa inferior di hadapan anda. Saya takut kepada anda." Atau mengindari pandangan orang lain mungkin mengatakan, “Saya merasa bersalah, saya telah melakukan sesuatu atau saya memikirkan sesuatu yang tidak ingin anda tahu. Saya takut jika saya membiarkan pandangan mata saya bertemu dengan pandangan anda, anda akan mengetahui rahasia saya."

3. Berjalanlah 25% lebih cepat. 

Para psikolog mengaitkan postur yang ceroboh dan cara berjalan yang lamban dengan sikap tidak menyenangkan terhadap diri sendiri, pekerjaan dan orang-orang disekeliling kita. Namun, psikolog juga mengatakan bahwa kita dapat benar-benar mengubah postur dengan mengubah sikap dan kecepatan bergerak. Amati, dan anda akan melihat bahwa gerak tubuh adalah hasil dari tindakan pikiran. Orang yang sangat tidak puas, orang yang benar-benar sengsara, benar-benar berjalan terhuyung dan tersandung sepanjang jalan, mereka memiliki kepercayaan diri nol besar.

Orang rata-rata berjalan dengan kecepatan rata-rata, langkah rata-rata, mereka berpenampilan: saya tidak terlalu bangga akan diri saya sendiri.

Kemudian ada kelompok ketiga. Orang-orang dalam kelompok ini memperlihatkan kepercayaan diri yang super. Mereka berjalan lebih cepat dari rata-rata orang kebanyakan. Terlihat seperti setengah berlari sewaktu berjalan. Cara berjalan mereka mengatakan kepada dunia: saya harus pergi ke suatu tempat yang penting dan ada hal penting yang harus saya kerjakan. Lebih dari itu, saya akan berhasil!!

Gunakan teknik berjalan 25 persen lebih cepat untuk membangun kepercayaan diri. Tegakkan bahu anda, angkat kepala, bergerak maju sedikit lebih cepat dan rasakan kepercayaan diri anda berkembang. Coba dan lihat hasilnya.

4. Berbicaralah terus terang

Orang yang malu berbicara dalam rapat akan berpikir dalam hati: opini saya mungkin tampak bodoh. Saya tidak mau berkata apa-apa. Selain itu, orang lain mungkin lebih tahu daripada saya. Saya tidak mau orang lain tahu betapa bodohnya saya.

Tiap kali orang pemalu gagal bicara, ia merasa semakin tidak memadai, semakin inferior. Acap kali ia membuat janji palsu kepada diri sendiri (yang jauh dalam hatinya ia tahu tidak akan ia penuhi) untuk berbicara “lain kali”.

Ini sangat penting: tiap kali kita gagal bicara, kita mengambil satu dosis lagi dari racun kepercayaan. Kita menjadi semakin kurang percaya diri.

Namun pada sisi positif, semakin banyak anda berbicara, semakin besar anda menambah kepercayaan diri anda, dan semakin mudah untuk berbicara terus terang pada kesempatan berikutnya. Berbicaralah terus terang! Ini adalah vitamin pembangun kepercayaan.

Manfaatkanlah pembangun kepercayaan ini. jadikanlah kaidah untuk berbicara dengan berani pada tiap pertemuan terbuka yang anda ikuti. Berbicaralah, katakan sesuatu secara sukarela pada tiap rapat bisnis, pertemuan panitia, forum komunitas yang anda hadiri. Jangan buat pengecualian. Beri komentar, buat saran, ajukan pertanyaan. Dan jangan jadi orang terakhir yang berbicara. Cobalah menjadi pemecah kekakuan, orang pertama yang memberi komentar.

Dan jangan pernah khawatir akan tampak bodoh. Anda tidak akan tampak demikian. Untuk tiap orang yang tidak setuju dengan anda, kemungkinannya ada satu orang yang setuju. Berhentilah bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya berani melakukannya?."

5. Tersenyum lebar

Kebanyakan orang pernah mendengar pada suatu kesempatan bahwa senyuman akan memberi mereka dorongan yang sebenarnya. Mereka diberitahu bahwa senyuman adalah obat yang ampuh sekali untuk kekurangan kepercayaan diri. Namun, banyak sekali orang yang tidak percaya akan hal ini karena mereka tidak pernah mencoba tersenyum ketika mereka merasa takut.

Buat ujian kecil ini. Cobalah merasa kalah dan tersenyumlah lebar-lebar pada saat yang sama. Anda tidak dapat melakukannya. Senyum yang lebar memberi anda kepercayaan diri. Senyum yang lebar mengalahkan ketakutan, menggulingkan kekhawatiran, menaklukan kemurungan.

Dan senyum yang sebenarnya mengerjakan lebih daripada sekedar menyembuhkan perasaan anda yang tidak enak. Senyum meluruhkan perlawanan dari orang lain –dan juga secara seketika. Orang lain tidak dapat marah kepada anda jika anda memberinya senyuman lebar yang tulus.

Tersenyumlah lebar-lebar, maka andapun merasa “hari-hari bahagia kembali lagi”. Tetapi benar-bernarlah tersenyum lebar. Bukan senyum setengah-setengah tidak meyakinkan. Tersenyumlah hingga gigi anda terlihat. Senyuman ukuran besar itu terjamin sepenuhnya.

Kita sudah sering mendengar, “Ya, tetapi ketika saya takut akan sesuatu atau ketika saya marah, saya tidak ingin tersenyum.”

Tentu saja anda tidak ingin tersenyum. Tak seorangpun ingin tersenyum. Kiatnya adalah memaksa diri mengatakan, “Saya akan tersenyum.”

Kemudian tersenyumlah.

Manfaatkan kekuatan dari senyuman.

0 komentar:

Posting Komentar