Senin, 28 April 2014

My Apprentice Experience

I’ll tell you a little bit about my apprentice experience in BI for a month.

Alhamdulillah saya mendapat kesempatan magang di sebuah bangunan megah bernuansa abu-abu di Jl. Jenderal Sudirman, dengan plang besar yang bertuliskan BANK INDONESIA. Magang tahap kedua ini merupakan salah satu mata kuliah di semester akhir setelah semester sebelumnya magang di Pegadaian.

Saya merasa cukup beruntung, cukup saja, karena sangat beruntung ditujukan bagi orang-orang yang berhasil melewati serangkaian tes berbulan-bulan untuk bekerja dan jadi pegawai tetap dengan jabatan bagus di Bank Indonesia. Please pray for me! Siapa pula yang nggak mau kerja disini.

Pak Fatoni, salah satu pegawainya, ketika sedang sesi sharing tentang persiapan masuk dunia kerja, bilang dari dua puluh ribu yang melamar, hanya tiga yang diterima. Seleksinya ketat, mesti punya kemampuan bahasa Inggris yang oke, score toefl minimal 550, kalau bisa plus bahasa asing terutama Bahasa China dan Bahasa Arab, punya kemampuan berkomunikasi, punya kemampuan menulis, wawasan luas, dan lain-lain. Syarat-syarat umum yang juga dibutuhkan perusahaan besar lainnya. Dan.. tidak akan ada nepotisme atau situ mesti bayar puluhan juta untuk jadi pegawai seperti PNS, tapi disini yang berperan penting adalah kemampuan otak yang memadai, ya mesti diatas rata-rata, selain keberuntungan yang menyertai. Pekerjaan yang bisa membuat hidupmu sejahtera.

Selama magang di BI banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang saya terima. Mengikuti seminar tentang budi daya ulat sutera, mengikuti pelatihan wartawan yang diadakan Bank Indonesia, melihat proses kliring, ke tempat penukaran uang, dan masih banyak lagi. Bagi yang punya uang sobek, rusak, atau punya banyak uang receh bisa di tukar disana. Bank Indonesia juga menyediakan fasilitas perpustakaan, tempatnya cozy dan buku-bukunya up to date.  

Yang paling berkesan saat magang di BI adalah saya dan enam orang teman lainnya diberikan pelatihan public speaking oleh Pak Sulian Jaya. Pak Sulian Jaya ini telah berpengalaman jadi pembawa acara atau pembawa berita. Yang jelas sudah terbiasa tampil di depan umum tanpa nervous atau jantung mau lepas dari tempatnya. 

Anak-anak magang gelombang II (Rio, Sana, Kiki, Dita, Saya, Teja & Tyo)

Ketika sedang pelatihan singkat tentang public speaking.

Saya lagi persentasi hasil laporan tentang Peran BI pasca OJK.

Foto bersama Pak Sudarta dan Pak Rosman.




Satu bulan ternyata berlalu dengan cepat. Yang pasti saya akan merindukan hari-hari saat magang di BI. Semoga saya termasuk kedalam golongan orang yang sangat beruntung kelak. My apprentice experience in BI, an unforgettable moment!

0 komentar:

Posting Komentar