I’ll tell you a little bit about my apprentice experience in BI for a
month.
Alhamdulillah saya mendapat kesempatan magang di sebuah
bangunan megah bernuansa abu-abu di Jl. Jenderal Sudirman, dengan plang besar
yang bertuliskan BANK INDONESIA. Magang tahap kedua ini merupakan salah satu
mata kuliah di semester akhir setelah semester sebelumnya magang di Pegadaian.
Saya merasa cukup beruntung, cukup saja, karena sangat
beruntung ditujukan bagi orang-orang yang berhasil melewati serangkaian tes
berbulan-bulan untuk bekerja dan jadi pegawai tetap dengan jabatan bagus di
Bank Indonesia. Please pray for me! Siapa pula yang nggak mau kerja disini.
Pak Fatoni, salah satu pegawainya, ketika sedang sesi
sharing tentang persiapan masuk dunia kerja, bilang dari dua puluh ribu yang
melamar, hanya tiga yang diterima. Seleksinya ketat, mesti punya kemampuan
bahasa Inggris yang oke, score toefl minimal 550, kalau bisa plus bahasa asing
terutama Bahasa China dan Bahasa Arab, punya kemampuan berkomunikasi, punya kemampuan
menulis, wawasan luas, dan lain-lain. Syarat-syarat umum yang juga dibutuhkan perusahaan besar lainnya. Dan.. tidak akan ada nepotisme atau situ mesti bayar puluhan
juta untuk jadi pegawai seperti PNS, tapi disini yang berperan penting adalah
kemampuan otak yang memadai, ya mesti diatas rata-rata, selain keberuntungan yang menyertai. Pekerjaan yang bisa membuat hidupmu sejahtera.
Selama magang di BI banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang
saya terima. Mengikuti seminar tentang budi daya ulat sutera, mengikuti
pelatihan wartawan yang diadakan Bank Indonesia, melihat proses kliring,
ke tempat penukaran uang, dan masih banyak lagi. Bagi yang punya uang sobek, rusak, atau punya banyak uang receh bisa di tukar disana. Bank Indonesia juga menyediakan fasilitas
perpustakaan, tempatnya cozy dan buku-bukunya up to date.
Yang paling berkesan saat magang di BI adalah saya dan enam orang teman
lainnya diberikan pelatihan public
speaking oleh Pak Sulian Jaya. Pak Sulian Jaya ini telah berpengalaman jadi
pembawa acara atau pembawa berita. Yang jelas sudah terbiasa tampil di
depan umum tanpa nervous atau jantung mau lepas dari tempatnya.
![]() |
| Anak-anak magang gelombang II (Rio, Sana, Kiki, Dita, Saya, Teja & Tyo) |
![]() |
| Ketika sedang pelatihan singkat tentang public speaking. |
![]() |
| Saya lagi persentasi hasil laporan tentang Peran BI pasca OJK. |
![]() |
| Foto bersama Pak Sudarta dan Pak Rosman. |
![]() |
Satu bulan ternyata berlalu dengan cepat. Yang pasti saya akan merindukan hari-hari saat magang di BI. Semoga saya termasuk kedalam golongan orang yang sangat beruntung kelak. My apprentice experience in BI, an unforgettable moment!



























0 komentar:
Posting Komentar