Dimana kau bisa melihat awan berarak pelan? Melihat indahnya
perpaduan warna pelangi? Bulan purnama yang menggantung indah? Ribuan taburan
bintang? Matahari terbit dan terbenam? Darimana jatuhnya jutaan tetesan air di
atap rumahmu? Jawabannya hanya satu. Langit. Bukankah langit dipenuhi hal-hal
menakjubkan? Pun langit bisa membuat kita menyadari banyak hal. Tataplah langit
dan rasakan..
Memandang langit membuatku menyadari tidak ada satupun
manusia yang berhak jemawa. Tidak satupun. Tahu pepatah itu kan? Diatas langit
masih ada langit. Kita semua setara, makhluk ciptaan Allah. Yang membedakan
adalah amal kebaikan dan tingkat ketakwaan.
Memandang langit membuatku menjadi sebiji kacang
hijau di tengah lapangan sepak bola. Suruhlah seseorang mencari sebiji kacang
hijau di tengah luasnya lapangan sepak bola. Tidak ada yang mau repot-repot
melakukan hal itu bukan? Tidak ada pentingnya. Dan aku merasa betapa kecilnya aku. Aku tidak akan bisa mengira
berapa jarak antara langit dan bumi. Dengan menatap langit aku menyadari betapa
luasnya alam semesta.
Memandang langit membuatku merasakan kehadiran-Nya. Merasakan
Allah tengah melihatku, satu diantara triliunan makhluk ciptaan-Nya, termasuk burung-burung
yang sedang mengepakkan sayapnya, melintas menembus awan, aku tahu mereka
tengah bertasbih kepada Allah dengan cara mereka.
Memandang langit membuatku bersyukur. Bersyukur bisa
menatap langit dengan segala keindahannya. Langit adalah satu diantara banyaknya ciptaan Allah yang
hebat. Tataplah langit dan rasakan..






















0 komentar:
Posting Komentar